Skip to main content

Posts

Featured

Lazuardi Rindu

- Teruntuk Anselina Dwi Faerita Zai Langit, Kuceritakan padamu Tentang luka dan nyala rindu Pada kejora yang tertinggal di relung hatiku Di senja kelabu Masih kuingat perihnya itu Yang tak pernah ia keluhkan padaku "Tak apa," katanya, "Tak usahlah kau hiraukan aku." Sembari menggenggam jemari tanganku tanpa ragu Dan tersenyum, meneguhkan pikirku Meski mega-mega mendung jadikanku ragu Aku percaya, ia bertahan menawan pilu Aku percaya, ia kuat melawan sendu Hingga Tuhan tersenyum dari lazuardi putih biru Melihat kejoraku, Ia tertegun oleh kuat rona jiwanya itu Maka Tuhan mengasihinya, ingin segera bertemu Rasanya getir, Langit. Melihat Izrail menggugah sembilu Memisahkan dunianya menuju Keabadian terindah, tanpaku Kau tahu, Langit, Serasa semesta padamkan terangku Mereguk gemuruh di ubun mega nafasku Mengurai jerit tertahan dalam dadaku Kejora itu, Terkasih-kasih dalam hidupku Teramat sayang dan membiusku termangu Padanya, pelita asa

Latest posts

Selamat Jalan, Anselina Dwi Faerita Zai :)